Monday, December 1, 2008

ANALISIS HAZARDS AWAL DI TEMPAT KERJA

ANALISIS HAZARDS AWAL DI TEMPAT KERJA

Setiap perusahaan atau industri berkewajiban untuk menaruh perhatian yang baik terhadap permasalahan K3 dan setiap karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut keselamatan dan kesehatannya telah dijamin sesuai dengan jenis dan bentuk pekerjaan yang dilakukan.

Tujuan Analisis Hazards

Penilaian (assessments ) dan inspeksi tempat kerja yang berbahaya merupakan kunci kegiatan pencegahan kecelakaan kerja. Tujuan dan kegunaan penilaian tersebut adalah :
-identifikasi potensi dan bahaya yang sudah ada.
-meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kecelakaan dan gangguan kesehatan ditempat kerja.
-meyakinkan bahwa yang dilakukan sudah memenuhi standard dan peraturan yang ada.


Persyaratan Analisis Hazards

Setiap perusahaan atau industri berkewajiban untuk menaruh perhatian yang baik terhadap permasalahan K3 dan setiap karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut keselamatan dan kesehatannya telah dijamin sesuai dengan jenis dan bentuk pekerjaan yang dilakukan.
Merupakan tanggung jawab manajemen perusahan untuk :
meyakinkan bahwa seluruh potensi dan bahaya yang ada telah diidentifikasi, dihilangkan dan bagian mana saja yang tidak dapat ditangani;
memastikan bahaya-bahaya yang ada telah dikendalikan dan setiap pekerja telah dilindungi dari kemungkinan terkena pengaruh / akibat bahaya tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, biasanya departemen HSE melakukan :
Hazards assessments khususnya untuk seluruh proyek-proyek baru, berbagai jenis pekerjaan atau proses, setiap ada penambahan / modifikasi alat baru atau pemakaian bahan baku yang berbahaya.
Inspeksi rutin tempat kerja.
Selanjutnya departemen HSE akan meyakinkan kembali bahwa inspeksi yang dilakukan dan penilaian setiap bentuk / jenis bahaya telah berjalan efektif. Termasuk di sini antara lain :
Pelatihan identifikasi bahaya dan inspeksi keselamatan untuk inspektor.
Waktu yang diperlukan bagi inspektor untuk menyelesaikan seluruh tanggung-jawab kerjanya.
Menetapkan metode komunikasi antara inspektor, local safety committee dan senior manajemen.
Melakukan tindakan secepatnya untuk semua koreksi yang direkomendasikan.
Seluruh hasil penilaian dan inspeksi didokumentasikan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuannya.


Hazard Assessments

-Penilaian bahaya atau analisa keselamatan kerja sangat di rekomendasikan untuk pelaksanaan proyek-proyek, tugas atau pekerjaan baru. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi berbagai hal, seperti kemungkinan bahaya atau kondisi bahaya yang ada sesuai dengan bawaannya atau dapat juga munculnya bahaya saat pelaksanaan pekerjaan, tugas atau proyek-proyek baru. Jika seluruh bahaya telah diidentifikasi, pengendalian untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya-bahaya tersebut dapat ditetapkan dan diterapkan. Penilaian bahaya juga akan dilakukan jika ada modifikasi besar untuk suatu proyek, tugas dan pekerjaan.
- Preliminary hazard analysis checklist berikut dirancang untuk mengantisipasi setiap bentuk bahaya yang kemungkinan ada di lingkungan laboratorium. Versi tersebut dapat dimodifikasi untuk berbagai jenis dan lingkungan kerja.
- Pengawasan secara terus menerus dan inspeksi dari petugas safety diharapkan dapat untuk mengetahui berbagai bahaya yang terjadi selama berlangsungnya tugas, pekerjaan atau proyek baru.


Workplace Inspections

Empat macam bentuk inspeksi / pengawasan adalah sebagai berikut :

Informal Workplace Inspections- Seluruh karyawan diharapkan dapat menjaga kesadaran dan kepeduliannya secara terus-menerus terhadap bahaya dan potensi bahaya yang ada dilingkungan kerjanya.

- Berkaitan dengan ini, setiap pengawas yang diserahi tugas harus melakukan peninjauan lapangan secara reguler pada area kerja yang menjadi tanggung-jawabnya dan mengecek lingkungan kerja karyawan khususnya pada jam kerja dimulai. Tidak diperlukan laporan resmi pada bentuk pengawasan ini, walaupun demikian, setiap bahaya yang terdeteksi harus ditanggulangi secepatnya sesuai dengan kemampuan setiap karyawan. Jika tidak, bahaya tersebut dicatat dan dilaporkan kepada supervisor atau manajemen untuk koreksi.


Formal Workplace Inspections

- Seluruh lingkungan kerja akan diinspeksi setiap bulannya (disarankan pada hari dan waktu yang sama setiap bulannya) oleh pengawas dan atau petugas pengawas lingkungan kerja tersebut.

- Setiap pengawas yang terlibat dalam tugas ini akan membuat checklist pemeriksaan sesuai dengan lokasi kerjanya. Checklist ini akan dilengkapi setiap kali melakukan pemeriksaan dan beberapa supervisor (pengawas) harus meninjau kembali secara rutin dan memperbarui / update checklist yang diperlukan oleh bawahannya.
- Laporan inspeksi yang telah lengkap akan diteruskan ke Departemen HSE untuk ditinjau kembali.

- Selanjutnya Departemen HSE akan menyampaikan ringkasan laporan tersebut ke atasan puncak dan Panitia Keselamatan Daerah (Local Safety Committee) untuk di tinjau ulang. Supervisor area kerja yang bersangkutan harus meyakinkan bahwa tindakan perbaikan telah ditempuh sehingga bahaya yang ada telah dihilangkan atau dikendalikan.


Special Inspections

Special inspections dilakukan secepat mungkin sesudah terjadi kecelakaan, malfunction atau sesudah dikeluarkannya prosedur kerja yang baru atau ketika dilakukan penambahan mesin baru.
Supervisor area kerja bersangkutan dan perwakilan karyawan (disarankan yang menjadi anggota panitia keselamatan) yang melakukan bentuk inspeksi ini.
Laporan Inspeksi harus dilengkapi dan dibagikan ke Departemen HSE dan local safety committee untuk mendapatkan peninjauan kembali.
Sebagai tambahan, untuk beberapa kasus kecelakaan, dibutuhkan juga laporan Accident Investigation (lihat kembali artikel Accident Investigation yang pernah kami kirimkan dalam milis k3lh ini).
Petugas pengawas (supervisor ) area kerja yang bersangkutan harus meyakinkan kembali bahwa semua kondisi tidak aman yang ada telah dikendalikan secara efektif sebelum dilakukan kegiatan investigasi atau inspeksi.


Pre-Inspection

- Tinjau kembali Checklist Inspeksi yang telah lampau untuk menentukan bagian-bagian mana saja yang harus mendapatkan perhatian khusus.
- Buat formulir kosong yang berisi Checklist Inspeksi untuk area kerja yang akan diperiksa.


Inspection

Dengan menggunakan checklist inspeksi yang lama, yakinkan bahwa setiap bentuk ketidakefisienan yang ditemukan saat itu telah dilakukan perbaikan atau dikendalikan sehingga bahaya yang ada telah diminimalkan. Untuk bagian-bagian yang TIDAK dapat dikendalikan atau diperbaiki, beri tanda pada bagian tersebut dan jadikan sebagai persoalan yang utama pada Checlist Inspeksi yang terbaru.
Gunakan Checklist Inspeksi sebagai penuntun, untuk melengkapi inspeksi pada area yang telah ditentukan. Jangan hanya melihat dan melakukan pengawasan pada bagian-bagian yang terdapat dalam checklist. Pertimbangkan juga berbagai kondisi dan tugas-tugas yang tidak aman, seperti berbagai bentuk pelanggaran dari peraturan internal dan standard yang dipergunakan.
Untuk setiap bagian yang diperiksa, tentukan pernyataan pada Checklist Inspeksi :
Yes jika bagian tersebut aman.
No jika bagian tersebut membutuhkan perbaikan.
Untuk bagian-bagian yang diberi tanda NO, catat lokasinya, lakukan tindakan perbaikan dan tulis perhatian yang dibutuhkan pada comment sections. Gunakan bagian belakang blanko lembar Checklist jika dibutuhkan ruang yang lebih besar untuk pencatatan.


Post-Inspection

Tinjau kembali Checklist Inspeksi dan yakinkan bahwa semua informasi telah dicatat dengan lengkap.
Perbaiki setiap tindakan atau kondisi tidak aman jika memungkinkan. Pada Checklist Inspeksi, catat tanggal dan paraf untuk setiap bagian yang telah diperiksa. Yakinkan kembali bahwa tindakan pengamanan sementara telah dilakukan setiap saat secara permanen atau perbaikan lengkap yang memerlukan tambahan waktu. Untuk bagian-bagian yang membutuhkan pengeluaran besar, tulis dan jelaskan bahaya tersebut dan termasuk didalamnya kemungkinan dampaknya jika terjadi kecelakaan.
Kembalikan Checklist Inspeksi yang lama ke tempat semula jika telah selesai digunakan.
Kirimkan salinan Checklist Inspeksi yang terbaru ke Departemen HSE untuk ditinjau ulang dan didistribusikan. Jika pemeriksaan dilakukan oleh Supervisor, salinan checklist tersebut juga akan dikirimkan ke Local Safety Committee untuk peninjauan kembali. Untuk Safety Committee Inspections, salinan dari checklist juga akan dikirimkan ke supervisor yang bertugas di area kerja tersebut untuk peninjauan kembali.
Tempelkan salinan Checklist Inspeksi di lokasi lingkungan yang diperiksa.

Inspection Follow-Up

Untuk semua bentuk defisiensi, yakinkan bahwa tindakan perbaikan atau pengendalian telah dilakukan.
Pantau tindak lanjutnya secara reguler dan lakukan terus-menerus pada bagian-bagian yang membutuhkan tindakan perbaikan. Konsultasikan dengan Departemen HSE ketika dianggap penting.
Tinjau kembali secara periodic tindakan perbaikan atau metode-metode pengendalian yang dilakukan.
Yakinkan bahwa semua checklist telah dilengkapi dan telah dibagikan, dikirimkan dan disimpan sebagaimana mestinya.